Di tengah aktivitas sehari-hari, pernahkah Moms & dads merasa si kecil jadi lebih mudah sakit? Baru sembuh sebentar, lalu batuk pilek datang lagi. Atau mungkin muncul pertanyaan, apakah daya tahan tubuh anak zaman sekarang memang berbeda?
Kekhawatiran seperti ini wajar dirasakan, apalagi di era sekarang di mana pola makan praktis dan penggunaan gadget sudah menjadi bagian dari keseharian anak. Tanpa disadari, kebiasaan kecil ini bisa berpengaruh pada kesehatan dan sistem imun si kecil dalam jangka panjang.
Menurut dr. Sindy Atmadja., dr. M.Ked(Ped), Sp.A, dokter spesialis anak dan konsultan laktasi dari Melinda Hospital, salah satu faktor yang sering luput diperhatikan adalah asupan nutrisi. Makanan seperti nugget, sosis, atau frozen food memang memudahkan, namun jika terlalu sering dikonsumsi, kandungan nutrisinya belum tentu mencukupi kebutuhan tubuh anak. Tingginya natrium dan lemak jenuh, serta kurangnya serat dan mikronutrien, dapat memengaruhi daya tahan tubuh jika tidak diimbangi dengan pola makan yang seimbang.
Selain itu, gaya hidup anak masa kini juga ikut berperan. Paparan gadget yang tinggi membuat anak lebih banyak duduk dan kurang bergerak. Waktu bermain di luar ruangan pun berkurang, sehingga paparan sinar matahari yang penting untuk vitamin D menjadi tidak optimal. Belum lagi efek blue light dari layar gadget yang bisa mengganggu kualitas tidur anak, yang pada akhirnya berdampak pada sistem imun tubuhnya.
Di sisi lain, menjaga daya tahan tubuh sebenarnya bisa dimulai dari langkah sederhana. Salah satunya dengan memastikan kebutuhan makro dan mikronutrien anak terpenuhi. Karbohidrat dan protein tetap penting, namun jangan lupakan vitamin dan mineral seperti zinc, magnesium, dan selenium. Cara praktis yang bisa dilakukan adalah menerapkan “rainbow diet”, yaitu memberikan variasi sayur dan buah dengan warna yang beragam agar kebutuhan nutrisi anak terpenuhi secara alami.
Dalam kondisi tertentu, seperti ketika anak cenderung picky eater atau sulit mendapatkan variasi nutrisi, pemberian vitamin tambahan bisa menjadi pilihan. Namun tentu saja, hal ini perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
Tak kalah penting, orang tua juga perlu peka terhadap tanda-tanda kesehatan anak. Jika batuk pilek terjadi terus-menerus, disertai demam tinggi, sesak napas, atau mengganggu aktivitas seperti tidur dan menyusu, sebaiknya segera dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Ingin memahami lebih dalam bagaimana cara menjaga daya tahan tubuh anak dengan tepat? Moms & dads bisa menyimak penjelasan lengkap dari dr. Sindy Atmadja melalui Instagram @forevermomexpo atau langsung klik:
www.instagram.com/p/DVdNfQiAYm6/
Menariknya, menjaga kesehatan anak sebenarnya tidak hanya dimulai saat mereka sudah lahir, tetapi bahkan sejak masa kehamilan. Asupan nutrisi, kondisi kesehatan ibu, hingga persiapan sejak dini turut berperan dalam mendukung tumbuh kembang dan daya tahan tubuh si kecil ke depannya.
Sebagai bagian dari upaya menghadirkan edukasi yang lebih menyeluruh bagi keluarga, Melinda Hospital akan hadir di FOMBEX Bandung 2026. Di sana, Moms bisa memanfaatkan layanan konsultasi langsung bersama dokter obgyn serta menikmati fasilitas free USG untuk ibu hamil.
Dengan persiapan yang tepat sejak awal, diharapkan orang tua dapat lebih siap dalam mendampingi tumbuh kembang anak secara optimal. Sampai jumpa di FOMBEX Bandung 2026!
Untuk informasi lebih lanjut mengenai pameran ibu dan anak, Forever Mom & Baby Expo (FOMBEX) 2026, ikuti Instagram @forevermomexpo atau Facebook Forever Mom & Baby Expo.




